Penyelesaian Sengketa
Arbitrase atau pengadilan: menimbang klausul sengketa

Klausul penyelesaian sengketa biasanya ditulis di bagian akhir perjanjian, ketika para pihak sudah lelah bernegosiasi. Padahal klausul inilah yang menentukan ke mana Anda akan pergi bila hubungan bisnis memburuk. Memilih antara arbitrase dan pengadilan perlu ditimbang sejak awal.
Perbedaan pokok
Pengadilan negeri terbuka bagi semua orang, prosesnya diatur hukum acara yang baku, dan putusannya dapat diajukan banding, kasasi, dan peninjauan kembali. Sidang pada dasarnya terbuka untuk umum.
Arbitrase hanya mungkin bila para pihak sepakat secara tertulis. Para pihak dapat memilih arbiter, bahasa, tempat, dan hukum acara. Proses bersifat tertutup. Putusan arbitrase bersifat final dan mengikat, sehingga ruang untuk mengulang perkara sangat sempit.
Hal yang perlu ditimbang
- Kerahasiaan. Bila reputasi atau rahasia dagang penting, arbitrase memberi perlindungan lebih.
- Keahlian pemutus. Pada sengketa teknis, para pihak dapat memilih arbiter yang memahami industri.
- Kecepatan. Karena tidak ada banding, arbitrase dapat lebih singkat, walau biayanya tidak selalu lebih murah: honorarium arbiter dan biaya lembaga ditanggung para pihak.
- Kepastian akhir. Bagi pihak yang kalah, tidak ada tingkat pemeriksaan lanjutan. Pertimbangkan apakah risiko ini dapat diterima.
- Pelaksanaan putusan. Putusan arbitrase nasional didaftarkan di pengadilan negeri agar dapat dilaksanakan. Putusan arbitrase asing memerlukan pengakuan, dan Indonesia terikat Konvensi New York 1958.
Akibat hukum klausul arbitrase
Menurut Undang-Undang No. 30 Tahun 1999, adanya perjanjian arbitrase tertulis meniadakan hak para pihak untuk mengajukan penyelesaian sengketa ke pengadilan negeri, dan pengadilan wajib menolak campur tangan kecuali ditentukan lain oleh undang-undang. Karena itu, klausul yang ambigu mudah menimbulkan sengketa tentang forum sebelum sengketa pokok dibahas.
Menyusun klausul yang baik
- Sebutkan lembaga arbitrase atau aturan yang dipakai.
- Tentukan jumlah arbiter, tempat, dan bahasa.
- Tegaskan hukum yang berlaku.
- Hindari klausul bercabang yang memberi dua forum sekaligus tanpa urutan jelas.
- Pertimbangkan tahap perundingan atau mediasi sebelum arbitrase.
Tidak ada jawaban tunggal. Kontrak bernilai kecil dengan mitra lokal sering cocok diselesaikan di pengadilan, sedangkan kontrak lintas negara atau proyek besar kerap memilih arbitrase.
Artikel ini informasi umum untuk membantu Anda memahami topiknya, bukan nasihat hukum, dan tidak menciptakan hubungan advokat-klien. Peraturan dapat berubah; periksa ketentuan terbaru atau konsultasikan keadaan spesifik Anda. Kantor hukum dalam situs ini fiktif.